Pictures



Tatapan terakhir untuk korang semoga berjumpa lagi suatu hari nanti..

Tinggal kenangan


Kepada semua rakan2 blog mahu pun musuh2 yang aku tak tahu.. Aku nak info kat korang takut korang tertunggu-tunggu entry baru aku.. Aku sebenar nyer nak stop blogging dalam jangka masa yang panjang.. Jikalau korang nak tanya apa2 ke korang boleh la email aku atau komen atau pun tinggalkan pesanan kat chat box sahaja.. Kepada yang masih berkoba2 blogging teruskan dengan cerita2 menarik anda dan kepada kawan2 fotografi teruskan idea kreative anda kepada yang cerita belakang pasal aku moga bejaya dalam hidop.. Jika terdapat apa2 salah silap aku semasa blogging aku minta maaf banyak2.. InsyaAllah suatu hari nanti aku akan kembali blogging seperti biasa.. Bila? aku pun tak pasti munkin 10 tahun akan datang munkin 20 tahun akan datang munkin tak sempat langsung nak sambung balik Allahhualam.. Moga kita bertemu lagi suatu hari nanti..

W'salam
احمد نظيف اسحاق

Shutter speed dan Aperture

Bagian 1 - Shutter Speed
Fotografi digital memudahkan kita memahami dunia fotografi, hasil jepretan langsung bisa di review melalui jendela LCD, sehingga kita bisa mengevaluasi hasil jepretan, karena data teknis yg berkaitan dengan Jepretan tadi terlihat dan terekam, berbeda dengan Fotografi Konvensional, dimana kita harus mencetaknya dulu baru dapat melihat, me-review dan mengevaluasi hasil jeperetan, data teknis-nya pun kita harus mencatatnya terlebih dahulu, sehingga butuh banyak biaya dan waktu yg terbuang untuk bisa memperbaiki kemampuan fotografi kita.

Seni Fotografi bisa diibaratkan sebagai melukis dengan cahaya, dalam hal ini kamera dan Lensa yang menggantikan peran kuas dan cat. Ada dua hal yg memegang peranan terpenting dalam kamera dan lensa, yaitu Shutter Speed dan Aperture
Shutter Speed adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional. Pada Kemera tertera angka-angka 250,125,60,30,15 dst. Ini berarti lamanya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.
Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg sedang bergerak, misal mobil, dengan efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter speed diatas 1/125 detik
Sebaliknya bila kita akan memotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka dibutuhkan shutter speed kurang dari 1/125 detik, sebaiknya dilakukan dengan cara mengikuti arah gerak objek, hal ini disebut teknik panning,
Dua hal diatas tergantung juga dari kecepatan objek tersebut bergerak, semakin cepat objek bergerak, berarti semakin tinggi shutter speed yg dibutuhkan agar memperoleh efek diam atau bergerak yang kita inginkan, Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed, akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yg akan mengakibatkan hasil jepretan menjadi goyang dan tidak tajam
Agar aman, gunakan shutter speed diatas 30 atau 1/30 detik, kalo memang menginginkan shutter speed lebih rendah, misal 1/15 detik, 1/8 detik ato yg lebih rendah, gunakan gunakan penyangga ato tripod

Bagian 2 - Aperture
Setelah membahas Shutter Speed, Elemen lain yg tidak kalah penting dalam fotografi adalah Aperture, Aperture Adalah ukuran bukaan lensa yang berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke film atau sensor. ukuran besar kecilnya diatur melalui diafragma. Pada kamera umumnya tertera 2,8; 4; 5,6 dst. angka2 tersebut dikenal sebagai f-number, jadi disebut aperture (bukaan) f/2,8; f/4; f/5,6 dst. Semakin besar aperture semakin kecil f-numbernya dan semakin kecil pula diameter bukaannya, jadi f/16 lebih kecil diameternya daripada f/5,6
Cara kerja aperture mirip pupil pada mata manusia, semakin banyak cahaya yang masuk, semakin kecil diameter pupil, begitu pula sebaliknya. Aperture sangat berhubungan dengan ruang tajam atau depth of field, semakin besar f-number, misal f/22, rentang ketajaman akan semakin lebar. Artinya objek di belakang dan di depan fokus utama memiliki ketajaman yang baik. sebaliknya kita akan mendapatkan efek blur/buram untuk objekdi depan dan dibelakang fokus utama jika menggunakan f-number kecil, misal f/2,8
Shutter speed dan aperture harus bersinergi untuk mendapatkan exposure yang tepat. Peranan ISO juga penting, semakin tinggi ISO yang digunakan, maka kepekaan terhadap cahaya pun makin besar, sehingga pada pencahayaan kurang pun, shutter speed maupun aperture masih dapat digunakan secara maksimal. Tapi perlu diingat, semakin tinggi ISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat noise ataupun grain yang dihasilkan
Untuk mengetahui apakah exposure sudah tepat atau belum, pada kamera digital ato konvensional tersedia fasilitas metering. Sehingga terjadinya over exposure (kelebihan pencahayaan) atau under exposure (kekurangan pencahayaan) dapat diminimalkan.
Setelah teknik dasar dapat dikuasai, berikutnya yg dibutuhkan adalah jam terbang, karena seni fotografi identik dengan momen, dan momen yg baik tidak mudah terulang, kepiawaian menentukan komposisi dan sudut ambil gambar dapat berkembang seiring jam terbang, kemudian perbanyak referensi dari, buku, internet, maupun sumber2 lain. Bagaimana bagus dan canggihnya sebuah kamera, hanya merupakan sebuah alat, yg menentukan adalah orang yg berada di belakang kamera
Semoga bermanfaat..

Kawen ?

Aril dan Alin di pelamin

Wajah gembira Alin selepas selesai upacara akad nikah

Gementar kedua dua pasangan menunggu khadi

Saat kegembiraan ibu pengantin perempuan selepas selesai upacara akad nikah malam semalam

Pengantin lelaki akad nikah bersama wali kepada pengantin perempuan

Keluarga besar aku sebelah bapak aku ni

Hahaha bukan aku kawen la.. Ni gamba sepupu aku Aril kawen tadi.. Majlis berlangsung di Dewan besar serbaguna Bandar Tun Razak.. Kepada Aril sekali lagi aku mengucapkan setinggi tinggi tahniah kerana berjaya menamatkan zaman bujang yang penuh warna warni.. Semoga berkekalan hingga ke anak cucu amin ya rabbal alamin..

Zurich

Wawawa cam tak pecaya je aku dah sampai Switzerland.. Sejuk beb... Menggigil gigil... Hahaha

Isnin

Tadi aku dengan mak aku ke Banting. Pergi amik gelang haji di Lembaga Tabung Haji cawangan Banting. Dari Bagan Lalang aku lalu Tanjung Sepat sampai ke Banting. Suasana perjalanan sangat tenang dan permandangan tepi laut yang sangat indah sekali. Dalam perjalanan aku dan mak banyak berborak pasal pengalaman haji dan pengalaman mak krusus haji di Nilai pada sabtu lepas. Borak punya borak kami pun sampai Banting. Selepas mak aku selesai semua urusan di Banting aku dan mak bertolak dari Banting ke Putrajaya pula untuk menguruskan beberapa pekara. Selepas selesai beberapa pekara tu aku dan mak ke Alamanda. Sampai di Alamanda aku dan mak terus menuju ke medan selera RASA untuk makan tengah hari. Selepas selesai makan aku dan mak menuju pula ke kedai emas untuk mengambil rantai mak yang rosak. Selepas selesai urusan di Putrajaya kami pun menuju ke Klinik di Serdang sebab mak sebenarnya tak berapa sihat semenjak minggu lepas lagi. Doktor periksa mak dan doktor bagi tahu mak kemungkinan kena asma sebab batuk mak dah seminggu tak berhenti dan batuk sampai berdarah. Doktor bagi ubat dan surat MC 2 hari untuk mak rehat secukupnya. Aku dan mak terus balik lepas selesai di klinik. Tu je yang aku nak cerita aku buat hari ni.. Kesimpulannya aku hari ni jadi pemandu peribadi mak aku. Maklumlah mak aku kan tak berapa sihat jadi aku kena la layan dia macam datin sri hari ni. Siapa tak sayang mak sendirikan kan kan.. Jadi korang sayang sayang lah mak korang..

Kenangan Haji


Aku kat Arafah

Group Malaysia bersiar-siar di Arafah

Aku dan Bos aku lepas melontar

Aku nampak awan berbentuk kalimah Allah ni pada hari terakhir melontar di Mina

Sa'ie masa time haji sangat berbeza dengan Sa'ie time umrah

Ternampak beberapa crain sedang membuat kerja bena Sa'ie 4 tingkat

Inilah dia keadaan tawaf masa waktu haji. Awas ketika tawaf ada segelintir hamba Allah tak bertanggungjawab membuang batu melontar sekitar lantai tawaf kalau terpijak teramatlah sakit.

Aku tengok mak dan bapak aku tengah sibuk bersiap sedia untuk haji akan datang ni.. teringat pulak aku masa aku mengerjakan haji tahun lepas.. Pengalaman haji tahun lepas adalah pengalaman yang aku tak dapat lupakan sampai bila2. Aku sebenar nyer tak pernah terfikir nak buat haji tahun lepas. Dah rezki aku dapat kerja di Saudi jadi aku ambil kesempatan untuk mengerjakan nyer.. Disebabkan tak pernah terfikir nak buat haji, aku tahun lepas banyak kena dam.. Maklumlah aku tak pernah pergi krusus haji tu pun main ikut buku je.. Dam yang paling besar aku kena seekor kambing sebab nyer aku tak buat tawaf widak sebelum aku keluar kota Makkah Al-Mukarramah, aku ingat sama je cam tawaf widak sunat rupa2 nyer aku tak boleh keluar dari kota Makkah selagi aku tak menunaikan tawaf widak Haji.. Nasib baik lah ade lutfi dapat gak aku merujuk beberapa pekara dengan dia.. Kalau diberi peluang lagi untuk buat haji, aku nak buat dengan iklas dan kusyuk, kalau boleh aku nak buat tampa membuat sebarang kesilapan dalam haji.. Insyaallah Amin.. Kepada mak dan abah buatlah haji dengan penuh kesabaran,iklas dan kusyuk moga2 mak dan abah mendapat haji yang mabrul insyaallah..